Sabtu, 07 April 2012

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)


Nama Kelompok:
  1. Melina Siallagan (11-031)
  2. Kristin Citra Napitupulu (11-051)
  3. Yohana Chrisela R (11-083)



PAUD merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik dan kecerdasan, yaitu daya pikir, daya cipta, emosi, spiritual, berbahasa / komunikasi, dan sosial.
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan pendidikan yang sangat mendasar dan strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. PAUD diperuntukkan untuk anak usia 0-6 tahun. Anak usia tersebut dipandang memiliki karakteristik yang berbeda dengan anak usia di atasnya dan anak pada usia tersebut pada masa golden age. PAUD adalah investasi yang sangat besar bagi keluarga dan bangsa, karena PAUD membentuk anak Indonesia yang berkualitas yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mempengaruhi kehidupan di masa dewasanya.
Pendidikan anak usia dini sangat perlu dukungan keluarga dan lingkungan sekitar tempat tinggal serta guru yang mengajar agar terjadi ke singkronan di antara nya. Hal ini sangat penting bagi setiap orang tua untuk memahami bahwa seorang anak menghabiskan enam tahun dalam membentuk karakter anak.Sangat disarankan bahwa pendidikan anak usia dini selama 0 tahun sampai dengan 6 tahun harus lebih difokuskan pada pengajaran anak-anak tentang dunia di sekitar mereka melalui bermain serta di berikan wawasan yang lebih baik lagi.
Untuk mencapai keberhasilan pendidikan usia dini tentunya harus di barengi juga dengan kualitas makan serta gizi yang baik ini sangat mempengaruhi masa pertumbuhan serta daya ingat otak anak untuk dapat menyerap pendidikan usia dini dengan baik.Dengan melakukan dan mengoptimalkan pendidikan usia dini sama artinye telah membantu pemerintah dalam program mencerdaskan generasi penerus bangsa.
Fungsi PAUD

Mengembangkan semua aspek perkembangan anak, meliputi perkembangan kognitif, bahasa, fisik (motorik kasar dan halus), sosial dan emosional.

Tujuan PAUD
  • Memberikan pengasuhan dan pembimbingan yang memungkinkan anak usia dini (AUD) untuk tumbuh dan berkembang, sesuai dengan usia dan potensinya.
  • Mengidentifikasi penyimpangan yang mungkin terjadi, sehingga jika terjadi penyimpangan, dapat dilakukan intervensi dini.
  • Menyediakan pengalaman yang beranekaragam dan mengasyikkan bagi AUD, yang memungkinkan mereka mengembangkan potensi dalam berbagai bidang, sehingga siap untuk mengikuti pendidikan pada jenjang selanjutnya.
Tahapan berkembangan berdasar aspek perkembangan anak prasekolah(usia dini).

1.Perkembangan Jasmani
Dengan bertambahnya usia, perbandingan antar bagian tubuh akan berubah. Dengan bertambahnya usia, letak grativitas makin berada dibawah tubuh. Dengan demikian bagi anak yang makin berkembang usianya, keseimbangan tersebut ada ditungkai bagian bawah. Gerakan anak pra sekolah lebih terkendali dan terorganisasi pola-pola, seperti menegakkan tubuh dalam posisi berdiri, tangan dapat terjuntai secara santai, dan mampu melangkahkan kaki dengan menggunakan tungkai dan kaki. Terbentuknya pola-pola tingkah laku ini memungkinkan anak untuk berespon dalam berbagai situasi. Kecepatan perkembangan jasmani dipengaruhi oleh gizi,
kesehatan dan lingkungan fisik lain, misalnya tersedianya alat permainan serta kesempatan yang diberikan kepada anak untuk melatih berbagai gerakan.Keterampilan motorik kasar dan halus sangat pesat kemajuannya pada tahapan anak pra sekolah. Keterampilan motorik kasar adalah koordinasi sebagian besar otot tubuh, misalnya melompat, jungkat-jungkut dan berlari. Keterampilan motorik halus adalah koordinasi bagian kecil tubuh terutama tangan. Keterampilan
motorik halus misalnya kegiatan membalik halaman buku, menggunakan gunting dan menggabungkan kepingan apabila bermain puzzle.

2. Perkembangan Kognitif
Kognitif merupakan pengertian yang luas mengenai aktivitas berfikir dan mengamati. Namun dalam pengertian yang sederhana, kognitif senantiasa diartikan sebagai kecerdasan berfikir. Jadi kognitif merupakan bentuk tingkah laku yang menyebabkan orang memperoleh pengetahuan atau yang dibutuhkan untuk menggunakan pengetahuan.
Perkembangan kognitif merupakan pertumbuhan kemampuan merancang, mengingat, dan mencari penyelesaian masalah yang dihadapi, kemampuan anak untuk mengkoordinasikan berbagai macam cara berfikir yang dimiliki untuk menyelesaikan berbagai masalah. Yang tentunya kemampuan anak-anak usia dini dalam memecahkan tidak sama dengan usia dewasa.


3. Perkembangan Bahasa
Seiring tumbuh dan bekembangnya diri seorang anak, produk bahasa mereka turut meningkat dalam segi kuantitas, keluasan dan keruimitannya. Mempelajari perkaembangan bahasa umumnya ditunjukkan pada rangkaian dan percepatan perkembangan serta faktor-faktor yang mempengaruhi pemerolehan bahasa sejak usia bayi dan kehidupan selanjutnya.Anak prasekolah pada umumnya sudah mampu meengembangkan keterampilan bicara melalui percakapan yang dapatmenarik perhatian orang lain. Secara bertahap anak-anak berubah dari melakukan ekspresi suara saja, lalu berekspresi dengan komunikasi, dan hanya dari berkomunikasi dengan menggunakan gerakan dan isyarat untuk menentukan kemauannya berkembang menjadi komunikasi melalui ujaran yang tepat dan jelas.



4. Perkembangan Emosi dan Social
Setiap orang memiliki emosi, baik berupa rasa senang, marah dan lain-lain dalam menghadapi lingkungan sekitarnya. Dalam periode prasekolah, anak dituntut untuk menyesuaikan diri dengan berbagai orang dari berbagai tatanan yaitu keluarga, teman sebaya dan sekolah. Perkembangan emosi berhubungan dengan seluruh aspek perkembangan anak. Pada tahap ini emasi yang dimiliki anak prasekolah lebih rinci yang dipengaruhi oleh berbagai macam factor, pertama adalahkesadaran kognitifnya telah meningkat yang memungkinkan pemahaman terhadap lingkungan berbeda dari tahapan semula, serta daya imajinasi atau daya khayalnya lebih berkembang. Selain itu ada hal-hal lain yang mempengaruhi perkembangan anak yaitu,
perkembangan wawasan social dimana teman-teman sebaya mulai memiliki pengaruh dalam kehidupan sehari-hari anak.Orang tua atau keluarga dalam perkembangan anak merupakan
lingkungan social pertama yang dikenal oleh anak, atau dapat dikatakan bahwa seorang anak mengenal kehidupan social pertamatama di dalam lingkungan keluaraga. Adanya interaksi antara anggota keluarga yang satu dengan yang lain itu menyebabkan bahwa seorang menyadari bahwa ia berfungsi sebagai individu dan juga mahluk social.


Sumber :