Selasa, 19 Juni 2012

Simulasi pedagogi dan Andragogi

kelompok


Pada sabtu lalu, tepatnya tanggal 16 juni 2012 jam 08.00 s/d selesai, kami belajar Psikologi Pendidikan dengan topik andragogi dan pedagogi. Seperti yang kita ketahui pedagogi adalah suatu seni ataupun ilmu dalam mendidik anak anak sedangkan andraogi adalah suatu ilmu atau seni untuk mendidik orang dewasa.

Jadi tugas kami kemarin adalah untuk mempraktekkan ataupun melakonkan andragogi dan pedagogi dalam kehidupan sehari hari. kami dibagi menjadi 13 kelompok dengan masing masing kelompok di bagi menjadi tiga orang.

Saya masuk pada kelompok sebelas dengan anggota kelompok saya, Kristin Citra Napitupulu, Dhara Puspita, dan Muhammad Rajief. Kami de beri 10 menit untuk merundingkan cerita apa yang akan kami lakonkan dalam tugas ini. Setelah selesai berunding, akhirnya kami mendapat satu cerita dan kami pun di tunjuk untuk ke depan melakonkan peran yang sudah di diskusikan.

Di depan kelas. kami mempraktekkan suatu kasus dimana seorang ibu yaitu saya sendiri mempunyai seorang anak TK yaitu Muhammad Rajief ingin belajar masak kue dari seorang pengajar kursus masak kue yaitu Dhara Puspita.

Awal nya kami mempraktekkan andragogi yaitu saya sebagai ibu belajar masak kue dengan pengajar kursus .
Pengajar kursus pembuatan kue : ok bu sekarang kita belajar membuat kue bolu, apakah sudah siap bu ?"
Ibu : "siap bu, semua bahan sudah saya siapkan bu, apa yang harus kita mulai bu ?"
Pengajar : " Baik bu, mula aduk telur dengan mixer ya bu "
Ibu : "Kemudian gulanya kan bu ?? seberapa banyak bu ?"
Pengajar :" iya bu, 1/4 aja bu "
Ibu : " kemudian apa lagi bu ?
Pengajar : "Masukkan tepungnya bu, satu gelas saja bu"
Ibu :" apa harus diberi warna bu ? baiknya warna apa bu ?"
Pengajar : "Warna hijau aja bu..lebih indah "
Ibu : "Sudah semua di masukkan bu, apalagi yang kurang bu ?"
Pengajar :"Cukup sekarang, tinggal masukkan ke adonan saja bu kemudian letakkan di oven"
Ibu : "Kita diamkan berpa menit bu ?"
Pengajar :" Lima belas menit aja bu"
Ibu : "Wah sudah selesai bu, cantik ya bu,"
Pengajar :" iya bu, Ibu sangat hebat membbuatnya, baiklah saya pamit dullu ya bu ."
Ibu : "Terima kasih bu"

Saat pembuatan kue si ibu lebih aktif bertanya dan aktif dalam mengerjakan pembuatan kue, penngajar kursus kue hanya sebagai pemandu ataupun fasilitator dalam pembuatan kue tersebut.

Di sesi kedua, si ibu ingin mengajar anaknya membaca, dengan segala bujuk rayu agar anak nya mau membaca, memberikan semangat hingga anaknya akhirnya mau membaca.
Ibu : "Adek,, tadi pagi belajar apa di sekolah ?"
Anak: "Belajar baca bu.."
Ibu : "Berarti anak ibu udah bisa baca donk. Mama pengnen dengar "
Anak: "Ah, malas bu lagi main nih ."
Ibu : "Ayo dong nak,, ntar kalo bisa baca mama ajak jalan jalan ya.."
Anak: "Bener nih ma ?. ok ayo baca ma "
Ibu : " Bener,, ok ini bacaannya apa ?"
Anak: "Bu bu.. di di... Budi.."
Ibu : "Wah,, pandai anak mama.."


Dari prakteknya kami lakukan, kami lebih memahami perbedaan dari pedagogi dan andragogi. yaitu pedagogi lebih fokus pada motivasi ekstrinsik dalam melakukan sesuatu sedangkan andragogi lebih ke motivasi instrintik. Dalam penyampaian pembelajaran pun berbeda, pedagogi lebih bersifat membujuk dan melakukan pendekatan pada anak sedangkan andragogi lebih bersifat fasilitator. Dalam pedagogi si guru lebih aktif dalam penjelasan agar anak lebih mudah menangkap sedangkan andragogi orang dewasa atau orang tua lah yang lebih aktif dalam pembelajaran. Pada Pedagogi, pembelarannya adalah dalam memecahkan masalah untuk masa depan, andragoi untuk memecahkan masalah saat ini dan harus langsung bisa di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. pedagogi